.,

Panglima TNI Serahkan Bantuan kepada 23 Ahli Waris Prajurit Korban Longsor Cisarua

21 February 2026 14:11

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyerahkan bantuan kepada ahli waris 23 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang gugur akibat longsor saat latihan di Cisarua, Bandung Barat. Agus didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali, Panglima Korps Marinir Endi Supardi, dan ulama Adi Hidayat.

Dalam suasana haru, Agus menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga. Dia menegaskan bahwa seluruh keluarga besar TNI turut berdukacita atas gugurnya prajurit terbaik bangsa.

“Atas nama keluarga besar Tentara Nasional Indonesia, saya mengucapkan dukacita kepada prajurit terbaik yang telah gugur di medan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Dan atas jasa-jasa yang sudah almarhum perbuat, pemerintah sudah memberikan penghargaan, yaitu dinaikkan satu tingkat,” ungkap Agus, dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 20 Februari 2026.

Ia juga menyatakan komitmen untuk mengawal masa depan keluarga para prajurit sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Agus juga berpesan agar keluarga tetap tegar dan membimbing putra-putri mereka dengan baik, agar kelak menjadi kebanggaan keluarga dan bangsa.
 



Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, resmi ditutup, pada Minggu, 15 Februari 2026. Selama 22 hari operasi pencarian, tim gabungan berhasil mengevakuasi 101 kantong jenazah (body bag), 83 jenazah berhasil teridentifikasi, namun 20 orang lainnya masih belum ditemukan atau dinyatakan hilang.

Kepala Kantor SAR Bandung sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, menyatakan penutupan operasi SAR dilakukan di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban.

Ia menyebut perwakilan keluarga korban yang kerabatnya belum ditemukan sudah dimediasi oleh pemerintah desa dan Incident Commander (IC) terkait penutupan operasi SAR yang telah berjalan selama tiga pekan.

"Basarnas dibantu Pemda Bandung Barat menyampaikan fakta ini kepada keluarga korban. Semoga keluarga korban bisa menerima ikhlas anggota keluarga yang belum ditemukan," kata Ade Dian dikutip Media Indonesia, Minggu, 15 Februari 2026.

Pihaknya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.

"Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun, kami memastikan setiap upaya telah dilakukan secara maksimal," ujarnya.


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)