Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus memonitor dampak konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela, kahususnya terhadap harga minyak mentah dunia.
Ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Airlangga menyebut, pemerintah belum melihat adanya gejolak harga minyak mentah dunia dalam satu hingga dua hari terakhir.
Menurutnya, hingga saat ini harga minyak mentah dunia masih relatif rendah di angka USD 63 per barel. Saat ditanya, langkah antisipasi pemerintah terhadap imbas gejolak di Venezuela terhadap perekonomian Indonesia, Airlangga menegaskan pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi yang terjadi.
“Kalau terkait itu masih dimonitor, karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan
harga minyak relatif masih rendah sekitar USD 63 per barel.” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip dari tayangan
Zona Bisnis, Metro TV, Rabu, 7 Januari 2026.