Richard Alkhalik • 10 May 2026 13:47
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memproyeksikan tumpukan sampah raksasa di wilayah aglomerasi darurat dapat ditangani secara optimal pada 2028-2029 mendatang melalui pemanfaatan teknologi modern.
Hal tersebut disampaikan Zulhas dalam agenda deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta yang digelar di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Zulhas, pemerintah akan mengandalkan teknologi konversi limbah menjadi energi yang sudah teruji secara global.
"Yang Bantar Gebang kita selesaikan melalui Waste to Energy, teknologi yang sudah ada di dunia, insinerator, akan selesai insyaallah 2028," ungkap Zulhas.
Zulhas mengatakan fasilitas insinerator berskala besar tersebut difokuskan untuk menangani wilayah berstatus darurat dengan volume produksi di atas 1.000 ton per hari.
| Baca juga: Zulhas: 2029, Sampah Pasar hingga Mal Harus 'Selesai' di Tempat Masing-masing! |