Berapa Jam Anak Perlu Tidur? Ini Durasi Sesuai Usianya-Tips Parenting

Nopita Dewi • 7 September 2026 18:25

Jakarta: Anak sudah tidur, tetapi masih sering rewel, mudah marah, atau sulit berkonsentrasi? Kondisi tersebut mungkin membuat orang tua bertanya-tanya. Padahal, persoalannya belum tentu hanya soal anak sudah tidur atau belum, tetapi juga apakah durasi tidurnya sudah cukup sesuai dengan usianya.

Tidur bukan sekadar waktu bagi anak untuk beristirahat setelah beraktivitas. Waktu tidur yang cukup memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan fisik, kemampuan belajar, hingga kestabilan emosi anak.

 

Berapa Lama Anak Perlu Tidur?

Kebutuhan tidur anak berbeda-beda berdasarkan usianya. Mengutip Hello Sehat, secara umum kebutuhan tidur anak meliputi:

  • Usia 1–2 tahun: sekitar 11–14 jam per hari, termasuk tidur siang.
  • Usia 3–5 tahun: sekitar 11–13 jam per hari.
  • Usia 6–10 tahun: sekitar 9–12 jam per hari.

Durasi tersebut memang terlihat cukup panjang. Namun, anak membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak karena tubuh dan otaknya masih berada dalam tahap perkembangan.

Kenapa Tidur Penting untuk Anak?

Tidur yang cukup memberikan berbagai manfaat bagi tumbuh kembang anak. Beberapa di antaranya:

  1. Mendukung pertumbuhan

    Hormon pertumbuhan banyak dilepaskan ketika anak sedang tidur. Karena itu, tidur yang cukup menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses pertumbuhan mereka.

  2. Menjaga daya tahan tubuh

    Kurang tidur dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Anak yang tidak mendapatkan tidur cukup dapat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

  3. Membantu menjaga berat badan

    Waktu tidur juga berkaitan dengan pengaturan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kurang tidur dapat membuat anak lebih mudah merasa lapar.

  4. Mendukung kemampuan belajar

    Tidur yang cukup membantu anak tetap fokus dan berkonsentrasi. Hal ini penting terutama bagi anak usia sekolah yang membutuhkan kemampuan tersebut untuk mengikuti aktivitas belajar.

  5. Menjaga kestabilan emosi

    Salah satu dampak kurang tidur yang paling mudah terlihat adalah perubahan suasana hati. Anak bisa menjadi lebih mudah rewel, marah, atau mengalami tantrum.

 


Jangan Lupakan Distraksi Sebelum Tidur

Seiring bertambahnya usia, anak menghadapi semakin banyak aktivitas dan distraksi. Sekolah, bermain, hingga penggunaan perangkat dengan layar dapat membuat waktu tidur bergeser jika tidak diatur dengan baik.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan bukan hanya apakah anak sudah tidur, tetapi juga berapa lama dan seberapa teratur anak tidur setiap harinya.

Nah, tidur yang cukup bukan sekadar membuat anak tidak mengantuk keesokan harinya. Di balik waktu tidur tersebut, ada proses penting yang mendukung pertumbuhan, kesehatan, kemampuan belajar, dan emosi anak. Jadi, sudahkah waktu tidur si kecil sesuai dengan kebutuhannya?

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X