Jakarta: Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program kerja sama dengan UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini difokuskan pada penguatan pemenuhan hak anak di 13 provinsi prioritas.
Peluncuran dilakukan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) yang menjadi kelanjutan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan UNICEF sejak 1966. Program ini memiliki total anggaran sebesar 131 juta dolar AS.
Fokus pada Gizi, Kesehatan, hingga Perlindungan Anak
Kerja sama yang digagas melalui
Bappenas ini mencakup sejumlah sektor utama, yaitu gizi, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak. Program tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, program ini juga diselaraskan dengan prioritas nasional, termasuk penguatan sumber daya manusia dan upaya pengentasan kemiskinan.
Peluncuran program yang berlangsung di Gedung Bappenas, Jakarta, dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.
Turut hadir pula Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana serta perwakilan gubernur dari 13 provinsi prioritas.
Dorong Integrasi hingga Tingkat Daerah
Pemerintah menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini. Daerah diharapkan dapat mengintegrasikan program ke dalam perencanaan pembangunan serta mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup anak di seluruh Indonesia.