Semangat Santri Disabilitas di Bogor Ikuti Pesantren Kilat Ramadan

4 March 2026 14:12

Bogor: Puluhan santri disabilitas penyandang tunanetra, tunarungu, dan tunawicara antusias mengikuti kegitan pesantren kilat (sanlat) Ramadan di Pesantren Cahaya Qur’an, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Meskipun memiliki keterbatasan fisik, para santri disabilitas tetap semangat untuk mempelajari Al-Qur'an.

Masing-masing santri membaca Al-Qur'an dengan caranya masing-masing. Santri tunanetra membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan menggunakan huruf braille. Sementara santri tunarungu dan tunawicara mengikuti pembelajaran melalui gerakan tangan dan bahasa isyarat dengan bimbingan para ustaz dan ustazah.   

Berdasarkan keterangan pengurus pesantren, total santri disabilitas yang belajar di Pesantren Cahaya Qur’an sebanyak 60 orang. Seluruh santri dapat menimba ilmu di tempat tersebut tanpa dipungut biaya sama sekali.  Salah satu pengajar yang juga penyandang tunanetra Ustaz Rizki, mengaku bangga melihat semangat para santri. Menurutnya, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. 
 

Baca Juga: Semarak Pesantren Kilat Ramadan di Masjid Asy-Syuhada Jakarta

"Biasanya khusus di bulan Ramadan itu biasanya kita ngadain sanlat. Di situ diisi dengan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) untuk sesi yang pertama.Sesi yang kedua yaitu materi seputar tentang Ramadan misalkan fikih puasa ataupun tentang wawasan pengetahuan umum," jelas Ustaz Rizki, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 4 Maret 2026. 

Para santri tampak antusias mengikuti materi pembelajaran, mulai dari membaca, memahami, hingga menghafal ayat Al-Qur'an selama bulan Ramadan. Mereka mengaku senang mengikuti kegiatan sanlat ini karena metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

"Di sini bersama teman-teman biasanya kita habis subuh itu ada hafalan samaan setoran hafalan. Habis itu salat duha besama dilanjut dengan kegiatan Ramadan kayak sanlat dari hari Senin sampai Jumat," ungkap Salah Satu Santri, Amin. 

Kegiatan sanlat ini memberikan inspirasi dan pesan kepada semua orang bahwa semangat belajar Al-Qur'an tidak mengenal batas, penyandang disabilitas tetap bisa merasakan manfaat Al-Qur'an dengan caranya sendiri. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)