31 January 2026 16:07
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya terpilih karena janji untuk menegakkan hukum serta membangun perbatasan yang kuat bagi AS. Menurutnya, kebijakan perbatasan yang longgar sebelumnya telah membiarkan sekitar 25 juta orang masuk ke Negeri Paman Sam.
Trump memandang 25 juta orang yang masuk ke AS banyak yang menjadi pelaku kejahatan. Dia menuduh sejumlah negara, seperti Venezuela dan Kongo, sengaja membuka penjara mereka untuk membuang tahanan dan pembunuh ke wilayah AS.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang protes besar-besaran yang mengecam aksi kekerasan petugas imigrasi federal di berbagai wilayah. Meski demikian, Trump tetap teguh pada pendiriannya bahwa ketertiban nasional hanya bisa dicapai melalui pengawasan perbatasan yang agresif dan tanpa kompromi.
Baca Juga :