BEI Resmi Buka Perdagangan Bursa 2026

2 January 2026 17:11

Jakarta: Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026 resmi dibuka, Jumat pagi, 2 Januari 2026. Pembukaan perdagangan ditandai oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak di zona hijau dengan menguat 0,34 persen ke level 8.676.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap kinerja pasar modal nasional. BEI menargetkan Indonesia dapat masuk jajaran 10 besar bursa dunia dalam lima tahun ke depan. Selain itu, pada 2030 pasar modal Indonesia diharapkan semakin inovatif dengan target jumlah investor mencapai dua juta orang pada 2026.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memaparkan capaian pasar modal sepanjang 2025. IHSG ditutup di level 8.649,94 dengan penguatan tahunan sebesar 22,1 persen. Meski demikian, pemerintah menilai masih terdapat ruang perbaikan, terutama pada kinerja saham-saham unggulan LQ45 yang hanya tumbuh 2,41 persen, jauh di bawah laju IHSG. Kontribusi pasar modal terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat meningkat menjadi 72 persen dibanding tahun sebelumnya, meski masih tertinggal dari sejumlah negara kawasan.

Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa IHSG mampu menembus level 10.000 pada 2026. Menurutnya, kegagalan mencapai target 9.000 pada 2025 dipengaruhi oleh desain kebijakan yang kurang tepat. Namun, masuknya lebih banyak investor diyakini akan menjadi pendorong utama penguatan IHSG tahun ini. Sepanjang 2025, IHSG mencatatkan 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp16.000 triliun untuk pertama kalinya.

Hingga pukul 09.54 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau pada level 8.688 atau menguat 0,42 persen, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,8 triliun. Sementara saat pembukaan, nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,9 triliun.

Analis pasar menilai IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi di awal 2026. Indikator teknikal menunjukkan sinyal yang beragam, dengan RSI yang masih cenderung lemah dan volume transaksi relatif tipis. Namun, indikator stokastik mulai memperlihatkan perbaikan. Level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.506 hingga 8.448, sementara resistance terdekat di level 8.600.

Dari sisi sentimen, pergerakan pasar masih dipengaruhi faktor global, termasuk kebijakan tarif Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina. Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi seperti PMI serta arah kebijakan suku bunga yang dinilai akan menentukan pergerakan IHSG ke depan.

(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)