Menkeu Purbaya Sebut Laju Inflasi Terkendali

5 May 2026 16:19

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut inflasi April 2026 tahunan sebesar 2,46 persen berada dalam kondisi terkendali. Hal ini menandakan tekanan harga mulai mereda setelah dampak penyesuaian subsidi tarif listrik tidak lagi mendominasi indeks harga konsumen.

Purbaya mengatakan angka inflasi saat ini telah kembali ke level normal setelah sebelumnya sempat meningkat akibat faktor subsidi. Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus membantah prediksi sejumlah ekonom yang memperkirakan inflasi berpotensi melonjak lebih tinggi dan sulit dikendalikan.

“Yang sebelumnya tinggi karena ada faktor subsidi. Begitu hilang, balik ke 2,46 persen. Nah, sekarang Anda kritik tuh ekonom-ekonom yang bilang 3, 4, enggak terkendali,” ujar Purbaya dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 5 Mei 2026.

Stabilnya inflasi pada April 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional di tengah tekanan global, terutama dari kenaikan harga minyak dunia. 

Pemerintah disebut terus menjalankan strategi penyerapan kenaikan harga minyak global melalui instrumen subsidi energi. Langkah ini dilakukan agar lonjakan harga energi internasional tidak langsung membebani masyarakat dan memicu kenaikan harga barang secara luas.



Menurut Purbaya, risiko inflasi tinggi akan jauh lebih besar apabila harga bahan bakar minyak mengikuti sepenuhnya mekanisme pasar global tanpa campur tangan pemerintah.

Ia menegaskan subsidi untuk BBM, khususnya solar yang digunakan sektor logistik dan transportasi barang, menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

“Kita absorb harga minyaknya. Yang biasanya menekan inflasi tinggi itu harga minyak. Yang bersubsidi enggak kita naikin, termasuk solar untuk transportasi barang. Jadi inflasinya akan relatif terkendali,” jelasnya.

Penggunaan anggaran negara untuk subsidi didasari pada analisis dampak ekonomi yang mendalam, bukan sekadar pemberian bantuan tanpa arah. Hal ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tengah tantangan global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)