Sekolah Rakyat Tampung Lebih dari 15 Ribu Siswa dari Kelompok Ekonomi Rentan

12 January 2026 13:57

Dalam sambutannya di peresmian 166 Sekolah Rakyat hari ini, Senin, 12 Januari 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerangkan Sekolah Rakyat kini telah menampung lebih dari 15 ribu siswa di 34 provinsi di Indonesia. 

"Bahwa 60 titik sekolah rakyat beroperasi pada Juli Tahun 2025, 37 titik pada bulan Agustus, dan 66 titik di akhir
September dan awal Oktober 2025. Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten kota seluruh Indonesia," kata dia dikutip dari Breaking News, Metro TV, Senin, 12 Januari 2026.

"Keseluruhannya menampung lebih dari 15 ribu siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan," sambungnya.

Ia memaparkan Kemensos berupaya menjalankan amanat Presiden Prabowo yakni memutus mata rantai kemiskinan dengan menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Siswa Sekolah Rakyat berasal dari kalangan ekonomi rentan dan sangat rentan.
 


"Mengutip arahan Bapak Presiden pada sidang Kabinet Merah Putih 20 Oktober tahun 2025 bahwa Sekolah Rakyat kita rancang sebagai upaya untuk memotong mata rantai kemiskinan. Untuk itu kami berusaha melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu," ungkapnya.

"Hasilnya anak-anak yang masuk sekolah rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi yang sangat rentan. Sebanyak 60 persen orang tua mereka bekerja sebagai buruh, petani, nelayan, tukang ojek, tukang cari rumput, pemulung, dan lain sebagainya," sambungnya.

Siswa dari desil 1 dan 2 dapat mengakses Sekolah Rakyat secara gratis. Meskipun demikian, menteri yang akrab disapa Gus Ipul untuk masuk Sekolah Rakyat tidak ada titip-menitip siswa hingga praktik suap apapun.

"Menteri Sosial tidak bisa menitipkan siapapun yang bisa sekolah di sekolah rakyat. Dan arahan Presiden cukup jelas, tidak boleh ada sogok-menyogok, tidak boleh ada suap-menyuap untuk bisa sekolah di sekolah rakyat," tambahnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)