Prabowo Ingin RI Hasilkan Bensin dari Tanaman dalam 4 Tahun

12 July 2026 23:21

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah berhasil menghentikan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Pencapaian bersejarah ini diraih berkat penerapan kebijakan mandatori biodiesel B50 yang secara masif digalakkan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta. Ke depan, pemerintah menargetkan Indonesia mampu memproduksi bensin dari bahan nabati untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor.

"Profesor-profesor kita sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit. Etanol dari singkong, dari jagung, dari sorgum, Saudara-saudara. Jadi saya harap dalam tiga (sampai) empat tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman," kata Prabowo dikutip dari Headline News, Metro TV, Minggu 12 Juli 2026. 
 


Selain menjadi pilar utama untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional, inovasi bensin dari tanaman ini diyakini mampu menciptakan efek ganda bagi perekonomian. Keberadaan bahan bakar nabati diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat besar, langsung bermuara pada peningkatan kesejahteraan para petani Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah meluncurkan program mandatori biodiesel B50 berbasis minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Kebijakan strategis ini tidak hanya sukses membebaskan Indonesia dari jerat impor BBM jenis solar, tetapi juga telah terbukti mendongkrak stabilitas harga komoditas yang menguntungkan para petani sawit.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X