Kembali Tembus 6.000, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

14 July 2026 10:25

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mempertahankan posisinya di level psikologis 6.000 pada pembukaan sesi perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Indeks melanjutkan tren penguatan setelah pada penutupan Senin, 13 Juli kemarin melesat 1,92 persen ke level 6.037,84.

Jurnalis Metro TV, Insan Suardi melaporkan pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 14 Juli 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.057,761.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG bergerak fluktuatif sehingga turun sebanyak 6,993 poin setara 0,12 persen ke level 6.030,848. IHSG sempat naik ke level tertinggi 6.065 dan terendah di 6.002.

Sebanyak 301 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 221 saham emiten lainnya melemah, dan 195 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp3,610 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 6,198 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.540,023 triliun.
 


IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Pengamat pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memprediksi bahwa indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan momentum positif atau bullish pada perdagangan hari ini. Optimisme tersebut didorong oleh sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.

Katalis utama pergerakan IHSG datang dari keputusan lembaga pemeringkat S&P yang mempertahankan status investment grade Indonesia pada level BBB. Peringkat ini menunjukkan bahwa koordinasi fiskal dan moneter Indonesia dinilai sangat baik dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global.

Kepercayaan diri investor ini tercermin dari maraknya transaksi pada saham-saham unggulan (blue-chip) di bursa. Geliat transaksi domestik ini mampu menopang laju indeks, meskipun investor asing secara harian masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp412 miliar dan mencapai Rp90,59 triliun secara year-to-date.

Di sisi lain, para pelaku pasar juga terus memantau dinamika geopolitik global yang berpotensi menjadi sentimen penekan bursa. Ketegangan yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sorotan utama.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X