Masyarakat AS Gelar Aksi Damai Kecam Penembakan Renee Good

13 January 2026 10:32

Gelombang protes pecah di sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS) menyusul insiden penembakan Renee Good, seorang wanita berusia 37 tahun, oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Di Minneapolis, misalnya. Ratusan warga turun ke jalan melakukan pawai dan doa bersama sebagai bentuk dukungan bagi korban yang tewas pada Kamis, 8 Januari 2026.

Aksi serupa juga membanjiri jalanan di Manhattan dalam skala yang lebih besar. Ribuan demonstran melakukan unjuk rasa menentang kebijakan penegakan hukum imigrasi Amerika Serikat. Para pengunjuk rasa berbaris melalui pusat kota dengan membawa spanduk bernada protes yang menuntut pembubaran ICE, serta menuduh petugas imigrasi telah membunuh warga yang tidak bersalah.

Massa mengecam tindakan petugas ICE yang dinilai brutal dan sewenang-wenang. Meskipun aksi protes sebagian besar berlangsung damai, warga mengungkapkan kecemasan mendalam dan merasa terancam menjadi target penegakan hukum imigrasi selanjutnya.

 


Di tengah tekanan massa, para pejabat federal memberikan pembelaan atas insiden penembakan tersebut. Mereka menyebut tindakan yang dilakukan korban sebelum penembakan sebagai bentuk aksi terorisme domestik. Klaim ini memicu perdebatan sengit mengenai akuntabilitas petugas di lapangan.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Minnesota Tim Walz memberikan tanggapan balik yang tegas. Ia mendesak publik untuk tidak mudah mempercayai propaganda dan meminta adanya penyelidikan yang menyeluruh, adil, dan cepat.

Tim Walz menyerukan pentingnya memastikan keadilan dan akuntabilitas dalam kasus ini guna meredam ketegangan sosial yang terus meningkat.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)