Sudah lima hari lamanya banjir setinggi hingga 2 meter mengepung Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga Jumat 16 Januari 2026 malam, pemukiman warga masih terendam air akibat luapan Sungai Cidurian.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak rumah warga, khususnya di RT 04, yang terendam hingga setengah pintu. Banjir ini merupakan bencana tahunan yang kerap melanda kawasan tersebut namun belum mendapatkan solusi permanen dari pemerintah setempat.
Ketua RW 03 Perumahan Taman Cikande, Viktor, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 80 warga yang terdampak langsung oleh banjir ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam paling parah kini terpaksa mengungsi ke posko yang telah disediakan.
Terkait bantuan, warga mengaku sudah mulai menerima bantuan berupa sembako seperti mi instan, minyak goreng, dan telur. Namun, mengingat cuaca yang dingin di kondisi pengungsian, warga saat ini sangat mengharapkan bantuan berupa selimut.
"Untuk kondisi kesehatan, kemarin ada warga lansia yang mengalami rematik karena kedinginan, namun sudah ditangani oleh tim medis dari Puskesmas dan BPBD," ujar Viktor.
Untuk mobilitas sehari-hari, warga mengandalkan perahu karet dari petugas serta dua perahu rakitan yang dibuat secara mandiri oleh warga setempat.
Pemkab Tangerang Segera Bangun Pintu Air
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi jangka panjang agar banjir tahunan ini tidak terus terulang. Viktor menyebutkan bahwa
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid telah memberikan lampu hijau terkait rencana pembangunan pintu air untuk mencegah banjir.
"Kami sudah ada kesepakatan dengan Pak Bupati supaya nantinya dibangun pintu air di bibir Sungai Cidurian. Harapannya bisa terealisasi antara tahun 2026 atau 2027," tambahnya.
Selain pembangunan pintu air, warga juga mengharapkan adanya normalisasi sungai dan pembangunan tanggul agar bencana tahunan ini tidak terus berulang di masa mendatang.