Jakarta: Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Pasar Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, kembali dipadati warga yang berburu pernak-pernik khas Imlek. Aktivitas jual beli di kawasan tersebut mengalami peningkatan signifikan, dengan penjualan hiasan Imlek naik sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejumlah pedagang mengaku kondisi penjualan tahun ini jauh lebih baik dibandingkan 2025 lalu yang dinilai lesu. Kenaikan ini membawa angin segar bagi pedagang setelah sempat mengalami penurunan pendapatan.
“Tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Kalau tahun kemarin parah,” ujar Ferry, pedagang di Toko Ceria Uniq.
Meski demikian, pedagang menilai faktor cuaca masih berpengaruh terhadap jumlah pengunjung. Hujan kerap membuat arus pembeli berkurang, sementara cuaca cerah mendorong meningkatnya aktivitas belanja.
Beragam pernak-pernik bernuansa Imlek menjadi incaran pembeli, mulai dari angpao, hiasan berwarna merah, aneka bunga dekoratif, hingga lampion. Dari berbagai produk tersebut, lampion berputar disebut sebagai barang yang paling banyak diburu karena tampilannya yang mencolok dengan cahaya terang dan gerakan berputar.
“Paling laku lampion muter. Harganya ada yang seratus ribu sampai dengan dua jutaan,” jelas Johan, pedagang di Toko Lampion Johan.
Harga pernak-pernik
Imlek di Pasar Petak Sembilan pun bervariasi, mulai dari sekitar Rp100 ribu untuk produk sederhana hingga Rp2 juta untuk lampion berukuran besar dan desain khusus.
Para pedagang berharap perayaan Tahun Kuda kali ini membawa keberkahan, kelancaran usaha, serta peningkatan rezeki yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
(Adrian Bachtiar)