NEWSTICKER

Fact Check: Semai Garam Cegah Cuaca Ekstrem

29 December 2022 13:01

Peringatan dini menyala di platform pemantauan cuaca BMKG dan pendeteksi kebencanaan BRIN. Curah hujan tinggi hingga badai diprakirakan melanda di wilayah Jabodetabek. Upaya teknologi modifikasi cuaca dilakukan untuk mencegah bencana hidrometeorologi.

Hal itu dilakukan untuk mengkondisikan cuaca dalam mempercepat atau memperingankan tingkatan curah hujan, seperti jumping process mechanism atau modifikasi cuaca ekstrem dengan menggunakan jenis garam berbentuk super fine powder atau butiran yang sangat halus.
 
Kemudian garam tersebut disemaikan dari pesawat antara 10 menit-2 jam bergantung dari jenis pesawat yang digunakan. Penyemaian akan bereaksi setelah 4-15 jam. Proses penyemaian efektif dilakukan di pagi hari hingga pukul 17.00 WIB.
 
Teknologi modifikasi cuaca dapat dilakukan setelah radar cuaca BMKG menginformasikan target awan yang akan ditaburkan super fine powder. Pada proses penaburan, posisi pesawat harus selalu berada di antara arah angin dan awan hujat target. Hujan sebisa mungkin akan diturunkan di laut atau sebelum awan tiba di daerah target, hasilnya intensitas hujan akan berkurang cukup signifikan.

Koordinator Lab Pengelolaan TMC Brin Budi Harsoyo menyatakan upaya modifikasi cuaca ini sebelumnya sudah pernah berhasil diterapkan pada pelaksanaan KTT G20 Bali. Konsep yang sama juga akan dilakukan dalam mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi BMKG yang akan terjadi selama sepekan jelang Tahun Baru 2023.

Pihak BRIN telah melakukan tiga penyemaian di wilayah Serang Banten, Purwakarta, dan daerah perairan utara Jakarta pada, Kamis (29/12/2022) pagi. Budi Harsoyo menambahkan sebelumnya pihaknya telah melakukan 11 penyemaian sejak, Rabu (28/12/2022).