8 October 2022 13:09
Karpet dari Armenia terkenal dengan kualitasnya serta tahan lama. Menurut sejarawan sejak abad ke-7, masyarakat Armenia membuat karpet bahkan hingga saat ini pun beberapa pengrajin tetap membuat karpet dengan tangan menggunakan peralatan dan keterampilan yang didapat dari leluhur mereka.
Seorang pengrajin dapat menganyam karpet maksimal satu meter per segi per bulan dan karpet berukuran besar membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan.
Untuk pewarna benang berasal dari bunga dan tumbuhan. Kedua bahan tersebut direbus untuk mendapatkan warna yang dibutuhkan. Pewarna organik tanpa bahan tambahan kimia tidak membahayakan kesehatan anak-anak dan memberikan kesan warna yang lebih cerah.
Untuk mendapatkan pewarna alami seperti warna nila, pengrajin memesan dari India serta bahan yang lebih sederhana seperti kulit buah delima, bawang merah, dan kenari. Sementara untuk warna merah alami, pengrajin memesan serangga yang disebut cochineal dari Meksiko.
Seorang etnis Armenia dari Turki, Oltaci mendirikan Wool Way tiga tahun lalu. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Prancis dan Amerika Serikat dan baru-baru ini datang ke Armenia untuk membantu warga setempat menghidupkan kembali kerajinan leluhur tersebut.
Karpet terbuat dari bulu domba dan kambing yang diyakini pada masa lalu bahwa bulu kambing dapat melindungi rumah dari kalajengking dan ular. Pola pada karpet merupakan variasi dari simbol matahari.
Sebagian besar karpet diekspor atau dijual kepada turis yang berkunjung dengan harga lebih dari USD500 per meter per segi.