Fact Check: Fatalitas XBB Lebih Rendah dari Omicron?

23 October 2022 12:29

Subvarian Omicron XBB merupakan evolusi dari subvarian BA.2 Omicron. Penularan subvarian ini lebih cepat, tapi fatalitasnya tidak separah Omicron. Gejala yang terpantau pada pasien positif Covid Omicron XBB lebih ringan dari varian Omicron sebelumnya.
 
Ada beberapa gejala yang ditemukan di pasien Omicron yang positif XBB, yakni batuk secara terus-menerus, sakit kepala, nyeri dada, mengalami perubahan indera penciuman, gangguan pendengaran dan menggigil.

Subvarian Omicron XBB sudah ditemukan di 24 negara termasuk Indonesia. Subvarian ini mengakibatkan lonjakan kasus covid-19 di Singapura. Meski demikian, Subvarian Omicron XBB pertama kali ditemukan bukan di Singapura, melainkan di India pada Agustus 2022. Varian Omicron XBB diketahui muncul di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang dikategorikan cukup tinggi.
 
Kasus covid-19 di Singapura sendiri melonjak beberapa waktu terakhir. Kasus covid-19 di negara ini mencapai enam ribu kasus per hari terhitung pada 21 Oktober 2022 dan puncaknya diperkirakan bisa mencapai 25.000 kasus pada November.

(Dwiki Feriyansyah)


Close Ads X
Close Ads X