NEWSTICKER

Tolak Pemilu Tertutup, NasDem: Demokrasi Jangan Mundur ke Belakang

5 January 2023 08:19

Wakil Ketua Komisi II DPR fraksi Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan wacana pemilu menggunakan sistem proporsional tertutup membuat demokrasi mundur ke belakang. Menurut Saan, sistem ini membuat rakyat tidak tahu siapa caleg yang akan mewakilinya di DPR.

"Kalau memang secara tiba-tiba diubah jadi sister proporsional tertutup, ini kembali seperti ke zaman orde baru. Rakyat tidak diberi kesempatan mencari siapa calon wakilnya yang dalam pandangan rakyat terbaik. Ini seperti peribahasa membeli kucing dalam karung," ujar Saan Mustopa. 

Sementara itu, PDIP mengambil sikap berseberangan dengan seluruh partai politik dengan mendukung penyelenggaran sistem proporsional tertutup. Melalui sistem proporsional tertutup, setiap kader partai akan meningkatkan potensi dan kompetensinya sebelum duduk di kursi legislatif.

Sebelumnya wacana pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup muncul dari pernyataan Ketua KPU Hasyim Asyari. Pernyataan ini dinilai tidak tepat karena KPU seharusnya konsisten mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi 2009 tentang pemilu menggunakan sistem proporsional terbuka.

Sebanyak delapan fraksi di DPR lantas menolak dikembalikannya sistem pemilu menggunakan proporsional tertutup pada pemilu 2024. Penolakan itu didasarkan pada sistem proporsional tertutup yang membuat masyarakat pemilih tidak mengenal siapa yang akan mewakilinya di DPR.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani pimpinan fraksi Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, Demokrat, PKS, PAN, dan PPP. Sementara PDIP mendukung sistem proporsional tertutup.

Secara sederhana, sistem proporsional terbuka mensyaratkan pemilih untuk mencoblos partai dan nama caleg yang akan dipilihnya di DPR. Sebaliknya, dengan sistem proporsional tertutup pemilih cukup mencoblos partai, lalu partai menentukan siapa caleg yang akan dikirim ke Senayan.