NEWSTICKER

Sejarah Museum Sumpah Pemuda di Jakarta Pusat

28 October 2022 08:24

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, ada baiknya jika berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Jaya No.106, Jakarta Pusat. Museum ini dapat mengenalkan peran masyarakat Tionghoa di balik lahirnya sumpah pemuda. 

Kurator Museum Sumpah Pemuda, Eko Septian mengatakan bahwa gedung museum awalnya merupakan rumah milik seorang pedagang Tionghoa bernama Sie Kong Lian. Lalu, ia menjadikan rumahnya sebagai tempat kos untuk pelajar, yang sebagian besar sedang menempuh pendidikan sekolah kedokteran di School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (Stovia) dan sekolah hukum di Recht Hooge School (RHS). 

Eko menambahkan, pada 1920 muncul berbagai komunitas pelajar daerah, seperti Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon dan Jong Batak. Lalu 1926, para pemuda merasa perlu menggelar kongres untuk menyamakan pandangan, dan akhirnya kongres pemuda II diselenggarakan di tiga lokasi pada 27-28 Oktober 1928.

Tidak hanya itu, Museum Sumpah Pemuda juga menjadi tempat mendengarkan lagu Indonesia Raya yang pertama kali oleh WR Supratman, pada penutupan Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.

Pada 1930, rumah kos Sie Kong Lian disewakan kepada sesama Tionghoa, menjadi toko bunga dan Hotel Hersia. Lalu, bangunan tersebut sempat menjadi kantor Bea Cukai pada 1940-an. Namun, Gubernur DKI Jakarta tahun 1973, Ali Sadikin meresmikan bangunan tersebut menjadi Gedung Sumpah Pemuda. Setahun kemudian, Presiden Soeharto kembali meresmikan Gedung Sumpah Pemuda untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional, pada 20 Mei 1974.

Pada 16 Agustus 1979, pengelolaan Gedung Sumpah Pemuda diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian pada 7 Februari 1983, Gedung Sumpah Pemuda dijadikan UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan nama Museum Sumpah Pemuda. Hingga 28 Oktober 2020, generasi penerus Sie Kong Lian memutuskan untuk menghibahkan Museum Sumpah Pemuda kepada negara.

Saat ini, Museum Sumpah Pemuda telah berusia lebih dari 90 tahun dan tetap berdiri kokoh. Gedung ini seakan menyampaikan pesan semangat nasionalisme, seperti yang dicontohkan oleh sosok Sie Kong Lian.