15 December 2022 15:01
Meski kondisi fiskal 2023 relatif terbatas dengan target devisit di bawah 3%, pemerintah tetap menggelontorkan insentif untuk kendaraan listrik. Kebijakan itu akan diperkuat dengan hilirisasi lanjutan komponen baterai listrik, seperti nikel, timah, bauksit dan tembaga.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan insentif akan diberikan kepada pembeli yang membeli mobil listrik atau hybrid. Selain itu akan diberikan untuk motor listrik yang mempunyai pabrik di Indonesia dan untuk motor yang dikonversi menjadi motor listrik.
Menurut Menteri perindustrian, insentif ini akan memberikan manfaat ganda yang besar. Tidak hanya percepatan produksi dan kegunaan kendaraan listrik, tetapi juga membantu fiskal karena subsidi BBM semakin berkurang dan mempercepat pencapaian target pengurangan emisi karbon yang sudah menjadi komitmen Indonesia bersama komunitas global.