NEWSTICKER

Sidang Pleidoi Hari Ini: Sambo Ngeyel, Kuat Bingung, Ricky Menyesal

24 January 2023 21:13

Ferdy Sambo membantah merencanakan pembunuhan Yosua, Kuat Ma'ruf mengaku bingung mengapa dia didakwa pembunuah berencana, dan Ricky Rizal mengaku menyesal mengikuti skenario Sambo. Itulah pembelaan yang dibacakan tiga terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Selasa (24/1/2023) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, terdakwa Kuat Ma'ruf memasuki ruangan sidang yang mengagendakan pledoi atau pembelaan atas tuntutan jaksa yang dibacakan pekan lalu. Selain Kuat Ma'ruf, sidang pembelaan hari ini juga dilakukan oleh terdakwa Ricky Rizal yang digelar setelah sidang Kuat Ma'ruf. Setelah itu, dilanjutkan dengan sidang pembelaan oleh terdakwa Ferdy Sambo.

Pledoi atau pembelaan dilakukan untuk menolak, menyanggah, dan melakukan perlawanan di muka persidangan terhadap tuntutan jaksa. Pembacaan pledoi dapat dilakukan langsung oleh terdakwa atau oleh penasihat hukum.

Diketahui, pekan lalu jaksa membacakan tuntutan terhadap para terdakwa. Jaksa menuntut terdakwa Ferdy Sambo dengan pidana seumur hidup. Menjawab tuntutan jaksa, pada sidang pembelaan giliran Ferdy Sambo membacakan pledoi yang diberi judul 'Pembelaan Sia-Sia'. Dalam pledoinya, terdakwa Ferdy Sambo kembali membantah adanya perencanaan pembunuhan di lantai tiga rumah Saguling.

Pada sidang tuntutan pekan lalu, jaksa juga menuntut terdakwa Kuat Ma'ruf dengan hukuman 8 tahun penjara. Menjawab tuntutan jaksa, dalam pledoinya Kuat Ma'ruf membantah ikut dalam merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.

Jaksa juga menuntut terdakwa Ricky Rizal dengan hukuman pidana 8 tahun penjara. Dalam pledoinya, Ricky Rizal mengaku menyesal mengikuti perintah Ferdy Sambo untuk tidak berterus terang kepada penyidik Polri mengenai peristiwa di Duren Tiga.

Kini giliran terdakwa Richard Eliezer dan Putri Candrawathi yang akan menjalani sidang pembacaan pledoi, Rabu (25/1/2022). Pledoi keduanya dipastikan akan menarik, karena dari semua terdakwa, tuntutan terhadap Eliezer dengan pidana 12 tahun dan tuntutan Putri Candrawathi yang hanya 8 tahun penjara, memicu pro dan kontra di masyarakat.