BNPB Cek Ulang Data Karhutla Tersisa 639 Hektare, Bandingkan dengan Data NASA

16 October 2026 13:40

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi akan memeriksa ulang data luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan tersisa 639 hektare. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan data lapangan, sistem pemantauan Sipongi, dan hasil pemantauan satelit NASA.

Langkah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal yang akan dilakukan Kristomei setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis.

Kristomei mengatakan, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan luas kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sekaligus mengetahui dampak yang ditimbulkan.

“Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit. Sipongi kan ada, kemudian hasil pemantauan NASA juga. Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung,” kata Kristomei dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat 16 Oktober 2026.

Ia menegaskan, pemerintah akan mengumumkan hasil pemeriksaan setelah data luas kebakaran dan dampaknya diketahui.

Menurut Kristomei, prioritas utama dalam penanganan karhutla maupun bencana lainnya adalah memastikan keselamatan masyarakat dan mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban rakyat. Itu dulu yang pertama,” ujarnya.

Kristomei juga menyatakan akan melihat tingkat bencana untuk menentukan status penanganan yang sesuai, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Namun, ia menekankan bahwa penetapan status bencana harus diikuti dengan respons yang nyata dan cepat. Menurutnya, besarnya status bencana tidak akan berarti apabila tidak diimbangi dengan langkah penanganan di lapangan.

“Yang paling penting, apakah statusnya bencana nasional atau bencana daerah, responsnya apa? Kecepatannya apa? Jangan sampai namanya besar, tapi responsnya tidak ada,” kata Kristomei.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X