31 October 2026 14:22
Kehidupan warga pesisir Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini memasuki babak baru. Kehadiran program terpadu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) perlahan mengurai persoalan menahun yang membelenggu mata pencarian nelayan tradisional setempat.
Selama puluhan tahun, nelayan di Bilelando menggantungkan hidup pada perahu sampan kecil berukuran 1 gross tonnage (GT). Penghasilan mereka sangat rentan tergerus oleh cuaca ekstrem, gelombang tinggi periode Mei hingga Agustus, serta sisa bangkai jangkar budidaya mutiara di dasar laut yang kerap merusak jaring.
Tantangan kian berat saat hasil tangkapan melimpah. Di masa lalu, minimnya sarana pendingin memaksa nelayan membeli es kristal atau es kantong dengan harga mahal, bahkan harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah. Jika ikan tak terjual segar, pilihan terakhir hanyalah mengasinkannya dengan harga jual anjlok hingga Rp15 ribu per ember.
Kini, wajah Dusun Kelongkong berubah signifikan melalui sejumlah fasilitas modern dari program KNMP bentukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP):
Penguatan ekosistem pesisir di Bilelando ini sejalan dengan agenda nasional pemerintah dalam merevitalisasi ribuan desa nelayan di tanah air. Tidak hanya mendongkrak taraf hidup dan stabilitas pendapatan keluarga nelayan, transformasi ini sekaligus menjaga asa generasi muda pesisir untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dan mewujudkan cita-cita mereka.