Jakarta: Kucing calico dikenal dengan pola bulunya yang khas, yaitu perpaduan warna hitam, oranye, dan putih. Namun, tahukah Anda bahwa sebagian besar kucing dengan pola warna tersebut ternyata berjenis kelamin betina?
Fenomena ini berkaitan dengan gen yang mengatur warna bulu hitam dan oranye. Menurut Encyclopaedia Britannica, gen tersebut berada pada kromosom X, salah satu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada mamalia.
Kucing betina memiliki dua kromosom X atau XX. Kondisi ini memungkinkan seekor kucing menerima gen warna yang berbeda pada masing-masing kromosom X. Satu kromosom dapat membawa gen untuk warna hitam, sementara kromosom lainnya membawa gen untuk warna oranye.
Perbedaan tersebut kemudian dapat menghasilkan pola warna hitam dan oranye pada bagian tubuh yang berbeda. Sementara itu, warna putih pada bulu calico berasal dari gen lain yang tidak berada pada kromosom seks.
Berbeda dengan betina, kucing jantan umumnya memiliki kromosom XY sehingga hanya memiliki satu kromosom X. Karena itu, kucing jantan biasanya hanya dapat membawa salah satu gen warna, yakni hitam atau oranye, bukan keduanya sekaligus.
Meski demikian,
kucing calico jantan tetap dapat ditemukan meski sangat jarang. Hal ini dapat terjadi ketika kucing jantan memiliki kelainan kromosom berupa XXY, sehingga memiliki dua kromosom X.
Britannica menyebut kucing calico jantan hanya sekitar satu dari setiap 3.000 kucing calico. Kucing jantan dengan kromosom XXY juga umumnya mengalami infertilitas atau tidak dapat menghasilkan keturunan. (Titik Nurmalasari)