2 October 2026 20:36
Jambi: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Muara Bungo, Jambi. Aktivitas penerbangan di bandara tersebut bahkan dihentikan sementara sejak Kamis pagi hingga siang karena jarak pandang di landasan turun drastis.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 2 Oktober 2026, jarak pandang di landasan pacu hanya sekitar 1.200 meter, jauh di bawah kondisi normal yang mencapai sekitar 2.600 meter.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang pilot menjadi sangat terbatas, terutama saat pesawat hendak melakukan pendaratan. Sejumlah jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Muara Bungo maupun sebaliknya turut terdampak.
Pihak bandara berharap kabut asap segera reda sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal.
Gangguan serupa juga terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II atau SMB II Palembang. Dua pesawat dilaporkan gagal melanjutkan penerbangan menuju Palembang akibat keterbatasan visibilitas.
Pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 933 rute Yogyakarta-Palembang yang seharusnya mendarat di Bandara SMB II terpaksa dialihkan dan mendarat sementara di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.
Sementara itu, pesawat QG 980 rute Jakarta-Palembang harus kembali ke bandara asal atau return to base di Bandara Cengkareng, Jakarta.
Gangguan tersebut berdampak pada 12 penerbangan di Bandara SMB II Palembang. Jarak pandang dari udara hingga landasan pacu disebut hanya berkisar 500 meter.
Selain mengganggu penerbangan, kabut asap juga berdampak terhadap kualitas udara di Palembang. Indeks kualitas udara atau air quality index tercatat di atas 301 atau berada dalam kategori berbahaya.