14 October 2026 14:50
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengembangkan empat kawasan ikonik menjadi kawasan tematik bertaraf internasional. Salah satunya Blok M, Jakarta Selatan, yang akan ditata dengan nuansa Jepang untuk meningkatkan daya tarik wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Rencana tersebut mendapat respons positif dari pedagang dan warga. Mereka berharap penataan Blok M dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, tanpa menghilangkan identitas lokal kawasan tersebut.
Mila, salah seorang pedagang di Blok M, menilai konsep Jepang dapat menjadi daya tarik baru, terutama bagi generasi muda yang menyukai variasi budaya dan pengalaman kuliner.
“Sebagai pedagang karena kan dirubah jadi nuansa Jepang ya, itu kan bisa menarik wisatawan luar juga. Apalagi Gen-Z juga kan lebih suka yang lebih bervariasi ya, nggak lokal aja. Banyak juga jejepangan gitu kan kalau Gen-Z gitu. Jadi menarik wisatawan luar juga sih,” ujar Mila dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026.
Selain Blok M, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan pengembangan tiga kawasan lainnya. Pasar Baru akan diarahkan menjadi kawasan kuliner 24 jam dengan konsep yang terinspirasi dari Korea. Glodok akan tetap mempertahankan identitas Pecinan, sedangkan Kota Tua akan dikembangkan dengan nuansa Eropa.
Warga Jakarta, Rizky, menyambut baik rencana tersebut. Namun, ia menilai kemudahan akses perlu menjadi perhatian utama agar kawasan semakin nyaman dikunjungi.
“Kalau menurut saya sih itu ide yang menarik ya. Jadi kan Indonesia kan emang multikultural ya, dan kayak budaya Jepang, Korea, atau Eropa pun juga banyak di Indonesia. Apalagi untuk daerah-daerah ini pasti cukup kental sih, cocok sih sebenarnya untuk di Indonesia,” kata Rizky.
Ia berharap penataan juga mencakup peningkatan aksesibilitas. Menurutnya, kemudahan mencapai kawasan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembenahan.
“Kalau menurut saya sih aksesibilitas yang paling utama sih. Jadi kita kan kayak untuk ke sini itu mungkin agak effort, tapi kan dengan renovasi yang begini kan jadi lebih gampang lah istilahnya,” ujarnya.
Warga lainnya, Heidy, menilai pengembangan kawasan tematik berpotensi menambah daya tarik wisata Indonesia di mata wisatawan asing. Ia berharap konsep berbeda di setiap kawasan dapat mendorong wisatawan mengenal keragaman budaya yang ada di Jakarta.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan pengembangan kawasan tematik akan menggunakan konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni integrasi transportasi publik, ruang publik, dan kawasan komersial.
Pramono menegaskan bahwa pembenahan fasilitas harus tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat, termasuk transportasi, pengendalian polusi, dan penanganan banjir. Salah satu upaya yang disebutkan adalah pembangunan embung untuk membantu mengendalikan genangan.
“Yang pertama di dalam membangun ataupun menyempurnakan fasilitas dalam bentuk apa pun, apakah itu untuk transportasi, untuk banjir, untuk polusi, dan sebagainya masyarakat tetap harus dipikirkan,” kata Pramono.
Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai keberhasilan kawasan tematik tidak hanya bergantung pada penataan fisik, tetapi juga pada keberadaan komunitas dan aktivitas budaya yang mendukung identitas kawasan.
Menurut Yayat, Blok M telah memiliki kedekatan dengan budaya Jepang melalui kehadiran komunitas dan restoran Jepang. Karena itu, pengembangan kawasan perlu disertai kegiatan wisata dan festival budaya agar tidak hanya menjadi destinasi kuliner.
“Dinas Pariwisata atau Dinas Kebudayaan bisa mengembangkan konsep aktivitas wisatanya atau festivalnya. Karena bagaimanapun kalau kita ketahui bahwa kalau sekadar bangunan tanpa aktivitas, dia bukan living monument,” ujar Yayat.
Ia menjelaskan, living monument merupakan kawasan yang tidak hanya memiliki bangunan atau tampilan fisik, tetapi juga didukung komunitas yang memperkuat identitasnya.
Pemprov DKI Jakarta berharap pengembangan empat kawasan tematik tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara serta mendorong perputaran ekonomi, termasuk bagi para pedagang di sekitar kawasan.