11 October 2026 11:05
Gelaran balap motor dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi katalisator utama pemulihan dan pemerataan ekonomi daerah. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, dampak ekonomi (multiplier effect) ajang internasional ini diproyeksikan mencapai Rp5 triliun.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengungkapkan bahwa transformasi besar telah terjadi sejak kali pertama MotoGP digelar di Mandalika pada 2022. Salah satu pencapaian paling signifikan berada pada penyerapan tenaga kerja dan transfer pengetahuan bagi warga lokal. Jika pada edisi perdana mayoritas tenaga teknis dan marshall didatangkan dari Eropa, kini seluruh operasional lapangan dikelola penuh oleh anak bangsa.
"Dari tahun 2022 awal, kalau kita bicara dari sisi tenaga kerja rata-rata semua impor dari Spanyol karena MotoGP dari Spanyol. Tapi per hari ini tahun ini semua 3.000 pekerja lokal. Penyerapan tenaga kerjanya juga sangat luar biasa di NTB dan semuanya dari anak bangsa, dari warga NTB. Bahkan kita juga mulai mengekspor tenaga marshall-marshall kita ini ke Jepang, ke Australia, ke Malaysia," ujar Maya Watono, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 11 Oktober 2026.
Maya menambahkan, para marshall lokal berasal dari latar belakang masyarakat sekitar, seperti petani, nelayan, hingga ibu rumah tangga.
Selain meningkatkan kesejahteraan warga, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika seluas 1.200 hektare terus ditingkatkan fasilitas infrastruktur dan konektivitasnya, termasuk penambahan 66 penerbangan berbadan lebar (wide-body) serta pembukaan rute penerbangan internasional langsung. Dari sisi pemberdayaan, sebanyak 700 UMKM binaan turut dilibatkan untuk mendongkrak kualitas produk lokal.
Baca Juga :