14 October 2026 11:29
Palangka Raya: Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tetap berjualan di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski kualitas udara berada dalam status berbahaya dan jarak pandang kurang dari 100 meter, masyarakat terpaksa keluar rumah demi memenuhi kebutuhan hidup.
“Situasi saat ini sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan. Pekatnya kabut asap pemirsa, ini membuat jarak pandang kurang dari 100 meter,” kata Jurnalis Metro TV Joy Jones dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026.
Joy mengatakan, warga yang ditemuinya mengaku bukan tidak takut terhadap dampak buruk kabut asap. Namun, mereka merasa tidak memiliki pilihan lain karena harus tetap mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Jika mereka tidak keluar mencari uang, mereka juga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka,” kata Joy dalam laporannya.
Pemerintah kota, pemerintah provinsi, TNI, dan Polri telah melakukan berbagai upaya pemadaman karhutla. Namun, luasnya wilayah kebakaran serta karakteristik tanah gambut menjadi kendala dalam proses pemadaman. Hingga laporan tersebut disampaikan, kabut asap masih menyelimuti Kota Palangka Raya.
Sementara itu, karhutla di Provinsi Jambi dilaporkan telah meluas hingga sekitar 8.000 hektare, terutama di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi semakin meluas dan masif, kini telah mencapai 8.000 hektare. Area terbakar utamanya berada di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur, bahkan dampaknya terasa langsung hingga Kota Jambi,” ujar Jurnalis Metro TV Randi Alfaras.