Rumah Ludes Terbakar, Warga Kramat Pulo Berharap Bantuan Tempat Tinggal

9 October 2026 17:40

Jakarta: Sebanyak 388 warga terdampak kebakaran yang menghanguskan 83 rumah di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis malam. Salah seorang pengungsi, Nursilah, berharap pemerintah membantu membangun kembali rumahnya karena ia kehilangan tempat tinggal, sementara suaminya sudah tidak bekerja.

“Saya inginnya rumah dibangun aja. Suami saya kan sudah enggak kerja, uang dari mana? Supaya rumah saya itu bisa berdiri kayak semula lagi,” kata Nursilah dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 9 Oktober 2026.

Nursilah mengatakan rumahnya hangus dan tidak menyisakan barang berharga. Saat kebakaran terjadi, ia hanya sempat menyelamatkan surat-surat dan pakaian yang dikenakan.

“Sudah hangus, sudah enggak berbentuk. Suami saya jual gas. Gas itu baru beli pagi, kejadian malam, ya sudah meledak semua. Enggak ada yang sisa sama sekali,” ujarnya.

Nursilah mengatakan situasi saat kebakaran membuat warga panik. Kondisi gelap akibat listrik padam juga membuatnya tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari rumah.

“Udah selamatkan diri, surat-surat sama baju yang ada di badan aja. Kita udah panik, mati lampu, gelap, boro-boro kita mau bawa-bawaan,” ujarnya.

Nursilah kini mengungsi bersama suami dan anak-anaknya. Ia mengaku telah menerima bantuan makanan dan pakaian, tetapi masih memikirkan tempat tinggal setelah masa pengungsian berakhir.

Ia juga belum mengetahui sampai kapan keluarganya harus tinggal di pengungsian. Menurut Nursilah, menyewa tempat tinggal menjadi beban karena suaminya tidak lagi bekerja.

“Kalau numpang sama saudara kan sehari dua hari. Kalau selama-lamanya enggak mungkin, kita harus ngontrak. Sedangkan ngontrak aja suami saya sudah enggak kerja, dari mana?” ujarnya.

Penanganan pascakebakaran kini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi di sejumlah posko darurat. Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Kementerian Sosial telah membuka posko untuk menyalurkan bantuan berupa pakaian, makanan, dan minuman.

Sementara itu, pendataan warga terdampak masih berlangsung, termasuk untuk mengetahui kebutuhan dan kondisi rumah yang hangus maupun rusak berat.

Kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 83 rumah di kawasan permukiman padat penduduk. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, peristiwa itu berdampak pada 144 kepala keluarga atau 388 jiwa.

Hingga laporan ini disampaikan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Sementara itu, warga mulai menyisir puing-puing rumah untuk mencari barang yang masih bisa diselamatkan, meski sejumlah bangunan dilaporkan retak dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X