Misi diplomasi kesehatan yang digelar Pemerintah Indonesia untuk negara-negara di kawasan Pasifik Selatan terus berlanjut di negara tujuan kedua, yakni Republik Fiji. Sejak pagi hari, warga setempat antusias mengantre di KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh Satgas Terpadu Port Visit.
Layanan medis yang dihadirkan di atas rumah sakit terapung milik TNI Angkatan Laut tersebut meliputi pemeriksaan dokter umum, dokter gigi, hingga penanganan oleh dokter spesialis. Program pelayanan kesehatan ini dinilai sangat membantu masyarakat Fiji di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan lokal yang ada.
Menteri Kesehatan dan Layanan Medis Republik Fiji, Ratu Atonio Rabici Lalabalavu, hadir meninjau langsung fasilitas kesehatan di KRI WSH-991. Peninjauan tersebut didampingi oleh jajaran Satgas Terpadu Port Visit serta Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Fiji, Dupito Simamora.
Menkes Fiji menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Indonesia atas ketersediaan
fasilitas medis modern yang dibawa dalam misi diplomasi kali ini. Kehadiran KRI WSH-991 bahkan menginspirasi Pemerintah Fiji untuk mengupayakan layanan kesehatan berbasis kapal serupa guna memperluas akses medis bagi masyarakat kepulauan Fiji.
"Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar RI di Fiji yang telah mengizinkan Kementerian Kesehatan berkunjung dan meninjau kapal medis ini. Kesan pertama saya adalah Anda memiliki kapasitas pelayanan kesehatan yang luar biasa di dalam kapal ini, dan kami di Kementerian Kesehatan serta pemerintah sangat berharap dapat memanfaatkan fasilitas yang telah ditunjukkan. Saat ini fokus kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai layanan yang tersedia." ucap Ratu Atonio Rabici Lalabalavu, dikutip dari tayangan
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 12 Oktober 2026.
Melalui pengerahan KRI WSH-991 dalam
Satgas Port Visit ini, Indonesia memperkuat hubungan bilateral dan diplomasinya dengan Fiji serta negara-negara di Pasifik Selatan melalui aksi kemanusiaan nyata.