NEWSTICKER

Prospek Batu Bara di Tengah Transisi Energi

20 September 2022 15:41

Harga batu bara diprediksi masih akan tinggi dalam 2-3 tahun ke depan, akibat kondisi geopolitik global dan pemulihan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara. Namun para pemangku kepentingan batu bara yang tengah berkonsolidasi di ajang Coaltrans Asia 2022 di bali tetap berkomitmen mendukung semangat global untuk mengurangi emisi karbon.
 
Kondisi geopolitik global yang tidak pasti pasca perang Rusia-Ukraina terus melambungkan harga energi, termasuk batu bara. Kondisi ini ditopang pula oleh pemulihan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara di tengah sendatan pasokan batu bara. Berdasarkan perkembangan tersebut, Chief Economist PT Bumi Resources, Reza Widjadja memprediksi, harga batu bara masih akan tinggi untuk 2-3 tahun ke depan.
 
Komisaris Utama Media Djaya Bersama yang mengelola tambang batu bara di Aceh, Mohammad Mirdal Akib menegaskan, permintaan batu bara saat ini memang meningkat pesat. Oleh karena itu, butuh kebijakan yang lebih lincah tanpa meninggalkan asas keadilan untuk seluruh pemain batu bara agar pertumbuhan industri ini tetap berkelanjutan. Hal ini karena kontribusi perusahaan batu bara saat ini sangat besar bagi perekonomian negara.
 
Pesona harga di pasar global terus menggoda produsen batu bara untuk menggenjot produksi, termasuk Indonesia. Namun Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin menyatakan produksi tetap harus disesuaikan dengan semangat global untuk menurunkan emisi karbon. Semangat itu juga menjadi komitmen para pemangku kepentingan batu bara, dalam Coaltrans Asia 2022 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 19-20 September 2022.