11 October 2022 20:16
Komnas HAM mendalami dugaan gas air mata kedaluwarsa yang ditembakkan oleh aparat kepolisian di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Komnas HAM menyebut tembakan gas air mata yang menimbulkan kepanikan penonton menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa.
"Gas air mata itu membubarkan, bukan untuk mengejar sebenarnya. Ketika mengejar Aremania dan panik gak karuan. (suporter) berlomba lomba keluar dengan pintu yang curam, pada akhirnya jatuh korban," ujar Choirul Anam.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, dalam penelusurannya ke Malang ia berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk korban yang selamat. Pihaknya juga menemukan vidio milik korban meninggal dunia yang menunjukkan kondisi di sekitar pintu keluar. Dalam vidio tersebut, para penonton tampak panik usai gas air mata ditembakkan ke tribun. Penonton yang panik ini kemudian berdesakan menuju pintu keluar.
Efek berdesakan dan gas air mata itu membuat penonton sesak nafas hingga akhirnya meninggal dunia. Padahal dari hasil temuan Komnas HAM, situasi di lapangan saat itu kondusif dan penonton yang turun ke lapangan hanya ingin memberi semangat ke para pemain.