NEWSTICKER

Perjalanan Kasus Pemerkosa 13 Santriwati di Bandung

5 January 2023 17:45

Pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan, tetap dijatuhi hukuman mati setelah kasasinya ditolak. Vonis mati yang dijatuhkan ke pemerkosa 13 santri itu pun dinilai tepat.

Selain hukuman mati, ia juga harus membayar restitusi atau ganti rugi sebesar Rp331 juta lebih. Ia juga harus memberikan pengasuhan alternatif bagi sembilan anak setelah mendapat izin dari keluarga korban kepada Pemprov Jabar. 

Harta kekayaan Herry pun diambil untuk membiayai pendidikan dan kelangsungan hidup para korban maupun biaya bayinya. 

Kasus Herry Wirawan bermula setelah sejumlah korban melaporkannya pada Mei 2021 lalu. Namun, kasus itu tak langsung tersebar di media karena pertimbangan psikologis korban. Tujuh bulan setelah dilaporkan atau 8 Desember 2021, kasus itu viral di media sosial.

Diketahui, Herry melakukan aksi bejatnya sejak 2016. Herry pun mengakui perbuatannya yang memerkosa santriwati hingga hamil. 

Sidang perdana dimulai pada 16 Desember 2021 dengan agenda pemeriksaan 21 saksi. Herry dituntut hukuman mati dan kebiri kimia. Namun, herry meminta pengurangan hukuman saat membaca nota pembelaan. Sebulan berselang, hakim memvonis penjara seumur hidup, tetapi jaksa mengajukan banding.

Majelis hakim pun memperberat hukuman herry menjadi vonis mati. Namun, Herry mengajukan kasasi ke MA, tetapi ditolak.