BI: Kinerja Penjualan Ritel Maret 2026 Melonjak, Tapi Lesu di April

13 May 2026 17:56

Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya lonjakan tajam pada kinerja penjualan eceran nasional selama periode Maret 2026. Tren positif ini didorong oleh tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selama momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Berdasarkan laporan yang dirilis pada Selasa 12 Mei 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 tercatat berada di level 256,7. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,05% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Jika dilihat secara bulanan (Month-to-Month/MtM), penjualan ritel pada Maret 2026 mengalami kenaikan drastis hingga 10,3%. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan pada Februari yang hanya sebesar 4,1%. BI mencatat bahwa motor utama penggerak pertumbuhan ini berasal dari kelompok suku cadang, barang rekreasi, serta kelompok makanan, dan minuman.
 

Baca juga: BI Optimistis Rupiah akan Menguat

Meski mencatatkan performa gemilang di Maret, Bank Indonesia memprakirakan akan terjadi koreksi pada bulan berikutnya. Penjualan ritel pada April 2026 diprediksi akan mengalami penurunan seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca-periode Ramadan dan Idulfitri.

BI memproyeksikan IPR April akan turun ke level 231, atau terkoreksi sekitar 2,33% secara tahunan. Secara bulanan, penurunan diprediksi bisa mencapai 10% akibat berakhirnya puncak konsumsi masyarakat.

Selain melaporkan kinerja penjualan, Bank Indonesia juga memberikan peringatan dini terkait potensi tekanan inflasi pada pertengahan dan akhir 2026. Indeks Ekspektasi Harga (IEH) untuk Juni dan September 2026 diprediksi akan meningkat, masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2.

Kenaikan tekanan harga ini disinyalir akan dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku di pasaran yang dapat berdampak pada harga jual di tingkat ritel. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)