Lebih Canggih dan Terintegrasi, Shelter Indonesia Masuk Era Digitalisasi Layanan

20 April 2026 11:55

Jakarta: Shelter Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi alih daya dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Tidak lagi hanya mengandalkan tenaga kerja, perusahaan kini mengembangkan sistem operasional yang terintegrasi melalui ekosistem digital.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan dunia usaha yang semakin dinamis. Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan layanan operasional, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kontrol yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang berbasis data.
 

 

Transformasi Menuju Sistem Terintegrasi

Shelter Indonesia menilai bahwa pola operasional yang masih terpisah dan manual sudah tidak lagi memadai. Oleh karena itu, perusahaan menghadirkan platform digital bernama Shelter Plus sebagai solusi terintegrasi untuk mendukung berbagai aktivitas operasional.

Melalui platform ini, sejumlah layanan dapat dikelola dalam satu sistem terpadu, di antaranya:
  • Pemantauan keamanan melalui Shelter Guard
  • Pengelolaan kebersihan melalui Shelter Cleaning
  • Pelacakan aktivitas penjualan melalui Sellgo
  • Pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work
Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, terukur, dan berbasis data.

Dorongan Kebutuhan Operasional Modern

Chief Executive Officer (CEO) Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, menjelaskan bahwa transformasi ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun sistem operasional yang lebih utuh dan terkendali.

“Tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik,” ujar Hari.

Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Shelter Indonesia, Nino Mayvi, menambahkan bahwa kebutuhan klien terus berkembang. Menurutnya, pasar kini tidak hanya mencari dukungan tenaga kerja, tetapi juga menuntut transparansi, kontrol, dan visibilitas dalam operasional.

Respons Strategis terhadap Perubahan Pasar

Dari sisi pengembangan bisnis, Business Consultant Shelter Indonesia, Gordon John Stevenson, menilai langkah ini bukan sekadar digitalisasi, melainkan strategi untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar.

“Ini adalah respons strategis terhadap dinamika pasar yang terus berkembang,” jelasnya.

Melalui positioning baru bertajuk “A New Shape of Shelter Indonesia”, perusahaan menegaskan bahwa masa depan layanan alih daya tidak lagi cukup bertumpu pada tenaga kerja semata.

Shelter Indonesia diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mendorong transformasi industri alih daya menuju model layanan yang lebih modern, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)