PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp57,132 triliun pada triwulan IV-2025, dengan total jumlah aset tercatat sebesar Rp2.135,37 triliun atau tumbuh 7,1 persen year on year (YoY).
Dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan BRI Triwulan IV-2025, Direktur Utama BRI Herry Gunardi, menjelaskan capaian positif BRI turut ditopang oleh kondisi makroekonomi nasional yang relatif stabil sepanjang 2025.
Menurutnya, dengan fondasi yang solid, BRI sebagai bank yang berfokus pada ekonomi kerakyatan mengambil peran strategis melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. BRI juga menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118.000 debitur. BRI juga berperan aktif mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta menyalurkan bantuan sosial.
Selain itu, perseroan juga terus menjalankan transformasi terintegrasi melalui BRIvolution. BRI juga melakukan penyegaran identitas korporasi dengan semangat baru Satu Bank untuk Semua. Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.
Total kredit BRI mencapai Rp1.521,49 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.466,84 triliun, dan komposisi CASA sebesar 70,61 persen.
Dari segi pemberdayaan UMKM, BRI juga terus mengoptimalkan empat program utama, yakni Desa Brilian, Klusterku Hidupku, Link UMKM, dan Rumah BUMN. BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai Agen BRILink.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah Agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2 persen YoY. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80 persen penjuru negeri, dengan volume transaksi tembus Rp1.820,5 triliun atau tumbuh 14,6 persen YoY.
BRI melalui layanan digitalnya mencatatkan pertumbuhan yang positif dengan jumlah pengguna BRImo meningkat 18,9 persen YoY, menjadi 45,9 juta user dengan volume transaksi Rp7.057 triliun. QRIS BRI juga menunjukkan sales volume naik 100 persen YoY, menjadi Rp85,6 triliun.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Perseroan akan tetap berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah, memberdayakan UMKM dan ekosistem ultra mikro, serta memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif dan berkelanjutan.