Gagal Panen Imbas Banjir, Petani di Pati Rugi Rp331 Miliar

2 February 2026 20:50

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memberikan pukulan telak bagi sektor pertanian. Sebanyak 14.438 hektar lahan persawahan dilaporkan terendam banjir hingga menyebabkan gagal panen massal. Dinas Pertanian setempat menaksir total kerugian yang dialami petani mencapai ratusan miliar rupiah.

Salah satu wilayah terdampak paling parah berada di Desa Widorokandang. Di lokasi ini, ribuan petak sawah telah terendam air selama lebih dari dua pekan. Tanaman padi yang sedianya siap panen kini hancur dan membusuk akibat terlalu lama tergenang.

Meski bulir padi tak lagi bernilai ekonomis, para petani tetap terpaksa memanen sisa tanaman yang membusuk tersebut. Dengan menerobos genangan air menggunakan terpal, mereka membersihkan lahan agar dapat segera disiapkan kembali untuk musim tanam berikutnya begitu air surut.

Baca Juga :

Kerugian Tembus Rp331 Miliar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengungkapkan bahwa banjir kali ini berdampak luas di 15 kecamatan. Berdasarkan perhitungan biaya produksi dan potensi hasil panen yang hilang, angka kerugian finansial sangat fantastis.

"Ada di 15 kecamatan (terdampak). Kerugian kemarin tercatat di angka Rp331 miliar," ujar Ratri.

Ratri menambahkan, saat ini pihaknya tengah memproses pengajuan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani yang terdaftar. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pati juga berupaya mengajukan bantuan benih ke Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Saat ini masih berproses untuk pengajuan asuransi maupun pengajuan bantuan benih di Kementerian, sehingga nanti bisa meringankan beban petani untuk tanam kembali," pungkasnya.


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)