Jakarta: Ketika musim dingin tiba dan sumber makanan semakin sulit ditemukan, sejumlah hewan memiliki cara unik untuk bertahan hidup, salah satunya dengan hibernasi. Beruang menjadi salah satu hewan yang paling dikenal karena perilaku ini. Namun, banyak orang mengira beruang hanya tidur sepanjang musim dingin. Faktanya, proses yang terjadi jauh lebih kompleks.
Melansir dari laman McGill University, hibernasi merupakan kondisi mirip tidur yang ditandai dengan penurunan laju metabolisme, suhu tubuh, serta frekuensi pernapasan. Kondisi ini memungkinkan hewan menghemat energi dan bertahan hidup dengan mengandalkan cadangan lemak serta otot hingga makanan kembali tersedia pada musim berikutnya.
Beruang tidak Benar-Benar Tidur Sepanjang Musim Dingin
Melansir dari The Great State of Alaska,
beruang yang sedang berhibernasi tidak makan, minum, buang air kecil, maupun buang air besar dalam jangka waktu yang sangat lama. Namun, mereka tidak selalu tertidur sepanjang waktu.
Dalam kondisi tertentu, seperti ketika sarang mereka rusak atau kebanjiran, beruang dapat bangun dan meninggalkan sarangnya untuk sementara. Oleh karena itu, hibernasi beruang berbeda dengan kondisi tidur biasa maupun hibernasi ekstrem yang dialami beberapa hewan kecil.
Lama hibernasi juga bervariasi tergantung lokasi dan kondisi lingkungan. Beruang yang hidup di wilayah pesisir dengan iklim lebih hangat biasanya berhibernasi sekitar dua hingga lima bulan. Sementara itu, beruang betina yang sedang mengasuh anak yang baru lahir umumnya menjalani masa hibernasi lebih lama.
Beruang Memerlukan Hibernasi
Banyak orang mengira beruang berhibernasi karena cuaca dingin. Padahal, faktor utamanya adalah kelangkaan makanan. Dlansir dari BearWise, beruang memasuki masa hibernasi ketika sumber makanan alami semakin sedikit selama musim dingin. Di wilayah utara yang sangat dingin, beruang dapat bertahan di dalam sarang selama hingga enam bulan hanya dengan mengandalkan cadangan lemak tubuh.
Sementara di daerah beriklim lebih sedang, mereka biasanya mulai berhibernasi antara November hingga pertengahan Desember dan kembali aktif pada akhir Maret atau awal April. Untuk bertahan hidup tanpa makanan dan air selama berbulan-bulan, beruang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.
The Great State of Alaska menjelaskan bahwa selama hibernasi suhu tubuh beruang dapat turun sekitar 8 hingga 12 derajat. Tubuh mereka kemudian memecah cadangan lemak sebagai sumber energi utama.
Menariknya, meskipun sebagian protein tubuh juga digunakan, beruang mampu mempertahankan sebagian besar massa ototnya. Hal ini membuat mereka tidak mengalami pelemahan fisik yang signifikan meskipun berbulan-bulan tidak makan dan minim bergerak.
Proses Penghematan Energi
Secara biologis, hibernasi merupakan mekanisme penghematan energi yang sangat efektif. Selama periode ini, aktivitas tubuh melambat sehingga kebutuhan energi menurun drastis. Fenomena serupa juga terjadi pada hewan lain seperti tupai tanah, marmut, dan kelelawar. Hewan-hewan tersebut memperlambat pernapasan, menurunkan detak jantung, serta mengurangi laju metabolisme secara signifikan untuk bertahan hidup selama musim dingin.
Bagi beruang, hibernasi menjadi strategi penting untuk menghadapi masa ketika makanan hampir tidak tersedia. Dengan memanfaatkan cadangan energi yang telah dikumpulkan sebelumnya, mereka dapat bertahan hingga kondisi lingkungan kembali mendukung untuk mencari makan.
(Jessica Nur Faddilah)