Batang: Presiden Prabowo Subianto berdialog secara langsung dengan perwakilan penerima manfaat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari berbagai daerah dalam rangkaian akad massal dan penyerahan kunci 62.710 rumah subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.
Dialog yang digelar secara daring tersebut menghubungkan Presiden dengan peserta akad massal di 165 titik yang tersebar di 36 provinsi. Melalui kesempatan itu, Prabowo mendengar langsung pengalaman masyarakat berpenghasilan rendah yang berhasil memiliki rumah pertama melalui program KPR FLPP.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti akad massal berasal dari berbagai profesi dan wilayah di Indonesia. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
"Di sini ada dari Maluku, ada dari NTT, ada dari Sulawesi Utara, ada dari Banda Aceh. Ada dari Papua juga," kata Maruarar dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 30 Juli 2026.
Peserta pertama yang berdialog dengan Presiden adalah Stanley, penjual pinang asal Abepura, Jayapura, Papua. Stanley mengaku telah menandatangani akad kredit pada 17 Juli 2026 dengan tenor cicilan 15 tahun dan angsuran sebesar Rp1,8 juta per bulan.
Prabowo menanyakan kesiapan Stanley menempati rumah barunya serta kemampuan membayar cicilan setiap bulan. Setelah mendapat jawaban positif, Presiden menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa agar Stanley segera berkeluarga.
"Mudah-mudahan nanti cepat dapat jodoh dan segera bisa menempati rumah baru," ujar Prabowo.
Dialog kemudian berlanjut dengan Sarah, pemilik kios kelontong asal Banda Aceh. Perempuan berusia 23 tahun itu mengungkapkan rasa syukur karena dapat memiliki rumah melalui program KPR FLPP. Ia mengatakan telah menandatangani akad kredit pada 4 Juni 2026 dengan tenor 15 tahun dan cicilan sekitar Rp1,28 juta per bulan melalui BSN Aceh.
Sarah menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas program rumah subsidi yang dinilai membantu masyarakat mewujudkan rumah impian.
Presiden juga berdialog dengan Enny Tunliu, pengemudi ojek online asal Nusa Tenggara Timur. Enny mengaku bersama suaminya yang juga bekerja sebagai pengemudi daring mencicil rumah selama 16 tahun dengan angsuran Rp1,3 juta per bulan. Saat berbincang, Enny menyampaikan bahwa dirinya tengah mengandung anak ketiga.
Selain itu, Prabowo menyapa Terry Wagiu, seorang wartawan media daring asal Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Terry mengaku baru berhasil memiliki rumah setelah 14 tahun menikah. Ia menyebut kondisi perumahan yang ditempatinya memiliki akses air bersih, penerangan, dan keamanan yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan pentingnya menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
"Jangan ada hoaks-hoaks ya, tidak boleh," pesan Presiden kepada Terry.
Dialog ditutup dengan percakapan bersama Ririn Maghrib Nensia Husein, seorang guru sekolah dasar dari Kota Tual, Maluku. Ririn mengaku memperoleh rumah subsidi dengan tenor cicilan 15 tahun dan angsuran sekitar Rp1,419 juta per bulan.
Selain membahas kepemilikan rumah, Prabowo juga menanyakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tempat Ririn mengajar. Ririn mengatakan program tersebut telah berjalan dan mendapat sambutan antusias dari para siswa karena mendorong semangat mereka untuk datang ke sekolah.
Presiden kemudian menyampaikan bahwa sekolah Ririn akan memperoleh tambahan tiga layar interaktif digital pada tahun ini guna mendukung proses pembelajaran.
Menutup dialog, Maruarar Sirait melaporkan bahwa seluruh rangkaian komunikasi daring telah melibatkan perwakilan penerima manfaat dari Jayapura, Banda Aceh, Kupang, Tomohon, dan Tual Maluku sebagai representasi ribuan peserta akad massal KPR FLPP di seluruh Indonesia.