Prabowo: Harga Pupuk Turun 20%, Produksi Pangan Meningkat

14 August 2026 12:34

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen setelah menghapus 145 aturan terkait penyaluran pupuk. Kebijakan tersebut disebut mempermudah petani mendapatkan pupuk sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

"Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen, hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan bagi rakyat," kata dia dalam Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, dikutip dari tayangan Live Event Metro TV. 

Prabowo mengatakan penurunan harga pupuk menjadi langkah penting karena dilakukan bersamaan dengan peningkatan volume ketersediaan pupuk bagi masyarakat.

"Pada saat yang sama harga turun, tapi volume ketersediaan tambah untuk rakyat kita. Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itu lah produksi meningkat. Dan karena itu lah juga kita lebih cepat swasembada pangan," ungkapnya. 

Menurut Prabowo, kemudahan masyarakat memperoleh pupuk berdampak terhadap peningkatan produksi. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

“Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan,” ujar Prabowo.
 

Keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat

Di sisi lain, Prabowo menyebut penurunan harga pupuk dan peningkatan ketersediaannya tidak mengurangi keuntungan perusahaan negara. Ia menyebut keuntungan PT Pupuk Indonesia justru meningkat hingga 252,8 persen.

“Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen,” katanya.

Prabowo menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, serta kementerian dan lembaga lainnya.

Ia juga menyebut TNI dan Polri turut mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya. Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri,” ucapnya.

Swasembada Pangan Tercapai 

Prabowo kemudian menyampaikan dampak kebijakan tersebut terhadap pencapaian swasembada pangan. Menurutnya, Indonesia kini telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan.

Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

“Karena itu tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan,” ujar Prabowo.

Ia mengatakan pencapaian tersebut berhasil diwujudkan lebih cepat dari target awal pemerintah. Swasembada pangan yang sebelumnya ditargetkan tercapai dalam empat tahun, menurut Prabowo telah berhasil dicapai dalam waktu satu tahun.

Prabowo juga menegaskan pemerintah belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pangan nasional. Salah satu pekerjaan rumah yang masih harus dikejar adalah swasembada daging.

“Kita masih belum swasembada daging. Itu akan kita kerjakan yang insyaallah bisa kita capai dalam lima sampai enam tahun ke depan,” katanya.

Selain sektor pangan, Prabowo menyampaikan pemerintah juga mulai merealisasikan target swasembada energi. Salah satunya melalui produksi diesel berbasis kelapa sawit dengan campuran B50.

Menurutnya, mulai 1 Juli 2026 Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut disebut mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar USD9,5 miliar.

Prabowo menambahkan sejumlah program pemerintah lainnya, seperti MBG, bantuan sosial, dan hilirisasi, juga telah berjalan dan mulai dirasakan masyarakat.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan pemerintah tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, keberhasilan yang telah dicapai harus menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras.

“Sekali lagi ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” tegas Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa ukuran kemerdekaan tidak hanya sebatas kemerdekaan yang diproklamasikan, tetapi juga manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

“Karena kita sadari kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X