Pasien BPJS PBI di Bandung Bersyukur Bisa Berobat Gratis Lagi

12 February 2026 00:06

Kabar mengenai rencana penonaktifan dan pembersihan data kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat bawah. Kekhawatiran ini sangat dirasakan oleh pasien penyakit kronis, seperti gagal ginjal, yang hidupnya bergantung pada pengobatan rutin di rumah sakit.

Salah satu yang merasakan kecemasan tersebut adalah Iwan Kancra, seorang pasien gagal ginjal asal Kota Bandung, Jawa Barat. Bagi Iwan, kartu sakti BPJS PBI adalah penopang utama untuk bertahan hidup di tengah penyakit yang dideritanya.

Sehari-hari, Iwan menggantungkan hidup dari usaha pangkas rambut sederhana yang dirintisnya. Penghasilan dari mencukur rambut tentu tidak akan pernah cukup untuk membiayai pengobatan cuci darah (hemodialisis) yang harus ia jalani secara rutin dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Rabu dan Sabtu.

Kabar yang beredar mengenai penonaktifan peserta BPJS PBI membuat Iwan cemas bukan main. Ia membayangkan jika harus membayar biaya pengobatan mandiri yang mencapai jutaan rupiah untuk sekali kunjungan.

"Sangat memberatkan. Memberatkan sekali kalau berobat pakai uang cash atau uang mandiri. Tapi kalau pakai BPJS, alhamdulillah bisa tertolong buat kesehatan saya sendiri," ungkap Iwan Kancra.

Meski dihantui rasa was-was, Iwan bersyukur bahwa hingga saat ini dirinya belum mengalami kendala di lapangan. Kartu BPJS PBI miliknya masih aktif dan dapat digunakan. Pihak rumah sakit tempatnya berobat pun tidak melakukan penolakan dan tetap melayani jadwal cuci darahnya seperti biasa.

"Enggak ada kendala, aman-aman saja malahan," tambahnya.

Iwan dan ribuan pasien PBI lainnya kini hanya bisa berharap pemerintah tetap berkomitmen menanggung biaya pengobatan masyarakat yang kurang mampu. Bagi mereka, jaminan kesehatan bukan sekadar fasilitas, melainkan nyawa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)