3 January 2026 11:47
Sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini belum dapat dibersihkan secara menyeluruh pascabencana yang melanda wilayah tersebut. Keterbatasan air bersih dan tidak tersedianya alat berat menjadi kendala utama dalam proses pemulihan, terutama di sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah.
Upaya pembersihan terus dilakukan setiap hari oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, serta relawan. Namun, kondisi di lapangan membuat proses normalisasi lingkungan sekolah berjalan lambat. Beberapa ruang kelas masih dipenuhi lumpur dan material sisa bencana, sehingga belum layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Muslim Cut Hasan, menyatakan seluruh sekolah ditargetkan kembali aktif pada 5 Januari mendatang. Untuk sekolah yang belum memungkinkan digunakan, pihaknya menyiapkan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara agar proses pendidikan tidak terhenti.
“Untuk pelaksanaan tatap muka pascalibur, pada prinsipnya kami siap. Memang ada beberapa sekolah yang terdampak cukup parah dan membutuhkan relokasi atau pembangunan kembali. Namun sementara ini, kami siapkan bangunan darurat agar anak-anak tetap bisa belajar,” ujar Muslim.
Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar akan difokuskan pada pendampingan psikologis atau trauma healing bagi para siswa yang terdampak bencana. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kondisi mental siswa sebelum kembali mengikuti pembelajaran secara penuh.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat proses pemulihan sarana pendidikan, sekaligus menjamin hak belajar siswa tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pascabencana.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)