Harapan Warga Bantaran Rel Senen Usai Dikunjungi Prabowo

29 March 2026 21:10

Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat usai melakukan peninjauan langsung ke kawasan permukiman padat di pinggir rel kereta api Senen, Jakarta Pusat. Pada Kamis malam, 26 Maret 2026, Presiden langsung mengumpulkan sejumlah menteri kabinet dan Direktur Utama BUMN untuk memberikan instruksi khusus terkait penataan kawasan tersebut.

Presiden Prabowo memerintahkan jajarannya untuk segera membangun hunian layak bagi warga yang telah mendiami area pinggiran rel tersebut selama puluhan tahun. Selain tempat tinggal, Presiden menekankan pentingnya penyediaan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang memenuhi standar kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan.

Harapan Warga: Dari Generasi ke Generasi

Bagi banyak warga Senen, instruksi Presiden ini merupakan jawaban atas penantian panjang selama puluhan tahun. Nurhasanah, salah seorang warga, menuturkan bahwa keluarganya telah mendiami kawasan tersebut secara turun-temurun.

"Mama saya, kakek, dan nenek sudah tinggal di sini semua. Saya setuju banget dan sangat senang jika benar-benar disediakan tempat tinggal di sana," ungkap Nurhasanah.
 

Baca juga:
Istana Gelar Pasar Murah Untuk Rakyat di Monas

Senada dengan Nurhasanah, Seger, warga lainnya, menyatakan kesiapannya untuk direlokasi ke hunian yang lebih stabil seperti rumah susun (Rusun). Selama ini, ketidakpastian ekonomi dan trauma akan pengusiran dari kontrakan menjadi beban harian bagi mereka.

"Kalau ngontrak itu kan sebulan bayar, kalau tidak bayar bisa diusir. Jadi saya bertahan di sini. Saya minta tolong kepada Bapak Presiden agar kami ditempatkan di tempat tinggal yang layak. Kalau ada rumah susun, kami siap pindah," ujar Seger.

Selain masalah tempat tinggal, fasilitas sanitasi menjadi isu krusial yang disorot oleh warga. Dewi, yang juga bermukim di pinggir rel, menyambut baik janji Presiden mengenai perbaikan MCK. Namun, ia berharap lokasi hunian baru nantinya tidak terlalu jauh dari lingkungan mereka saat ini.

"Senang banget kalau dikasih tempat tinggal yang layak dan MCK yang memadai. Katanya mau dikasih tempat tinggal yang tidak jauh dari sini. Kami sangat setuju," kata Dewi.

Hingga saat ini, kementerian terkait dan instansi BUMN tengah melakukan pemetaan teknis untuk merealisasikan instruksi Presiden Prabowo tersebut. Pembangunan ini diharapkan menjadi pilot project penataan kawasan kumuh di lahan-lahan strategis milik negara dengan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)