28 August 2026 22:31
Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok pada Rabu, 26 Agustus. Bencana yang dipicu tanah longsor dan runtuhnya gletser di Pegunungan Himalaya itu menyapu kendaraan, bangunan, hingga permukiman. Lebih dari 1.300 orang masih dilaporkan hilang.
Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026, bencana terjadi di Pelabuhan Gyirong, wilayah Xizang, Tiongkok, yang menjadi jalur penghubung perdagangan, transportasi, dan pariwisata antara Tiongkok dan Nepal. Dalam sekejap, kawasan tersebut berubah menjadi lokasi bencana ketika air bah bercampur lumpur menerjang dengan deras.
Warga yang berada di sekitar perlintasan harus berlari menyelamatkan diri untuk menghindari terjangan arus. Air bah menyapu kerumunan orang, kendaraan, hingga bangunan di sekitar kawasan.
Dari sisi Nepal, banjir juga menerjang permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi. Sejumlah distrik terdampak dan warga terpaksa dievakuasi setelah aliran air membawa material lumpur serta puing-puing bangunan.
Banjir disebut dipicu tanah longsor yang meluruhkan gletser di kawasan Pegunungan Himalaya. Pakar memperkirakan ketinggian air mencapai 39 hingga 48 meter dengan kecepatan aliran sekitar 71 kilometer per jam.
Perubahan iklim juga diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memperparah bencana tersebut.
Saat ini, pencarian terhadap lebih dari 1.300 korban yang masih hilang menjadi prioritas. Helikopter dikerahkan untuk memantau kondisi dari udara dan membantu operasi pencarian serta penyelamatan.
Pemerintah Tiongkok dan Nepal juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gelombang banjir susulan. Sistem tanggap darurat telah diaktifkan, sementara tim penyelamat terus bertaruh nyawa di tengah kondisi medan yang masih berbahaya.