25 April 2026 23:13
Halalbihalal menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri. Di Palembang, Sumatera Selatan, momentum ini dimanfaatkan masyarakat perantau Sumatera bagian selatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong sinergi pembangunan lintas daerah.
Dari sambutan adat hingga suguhan kesenian daerah, suasana Halalbihalal masyarakat perantau Sumatera bagian selatan di Griya Agung Palembang berlangsung hangat dan juga semarak.
Warga dari lima provinsi hadir dalam satu ruang kebersamaan untuk mempererat silaturahmi sekaligus untuk merawat nilai budaya sebagai identitas bersama. Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat negara serta tokoh nasional dan juga tokoh daerah yang diisi beragam kegiatan yang dapat meningkatkan rasa kebersamaan antar masyarakat.
Kedatangan para tamu disambut dengan nuansa adat dan alunan musik tradisional, mencerminkan kekayaan budaya yang masih terjaga. Palembang sebagai Bumi Sriwijaya dipilih menjadi tuan rumah perdana, menjadi simbol keterikatan sejarah sekaligus titik temu masyarakat Sumbagsel dari berbagai daerah.
Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang pelepasan rindu bagi masyarakat perantau yang dipersatukan oleh akar budaya dan identitas yang sama.
“Mempererat ikatan batin Sumbagsel. Sekarang ini satu kebutuhan ya. Sumbagsel potensinya luar biasa, lima provinsi. SDM-nya juga tersebar di mana-mana. Kekayaan alamnya luar biasa, potensi besar ya. Nah ini perlu, setelah ini kita tindaklanjuti untuk roadmap mempercepat pembangunan Sumbagsel gitu. Agar Sumbagsel ini kan punya peradaban yang paling tua ya, Sriwijaya.” kata Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Sabtu, 25 April 2026.
| Baca juga: Organisasi Kepemudaan Komitmen Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo |