5 September 2026 15:08
Latihan Gabungan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 kembali menguji kesiapan operasi modern TNI. Salah satu agenda utamanya adalah misi Close Air Support (dukungan udara dekat) yang melibatkan helikopter serang canggih AH-64 Apache.
Dikutip dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 5 September 2026, misi yang merupakan bagian dari rangkaian latihan Joint Terminal Attack Controller (JTAC) ini berlangsung di Pos Tinjau Baru, Puslatpur TNI AD Martapura, Sumatra Selatan, pada Kamis, 3 September 2026.
Dalam skenario latihan tersebut, personel JTAC dari Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI bertanggung jawab penuh dalam mengendalikan dan mengoordinasikan dukungan tembakan dari berbagai unsur udara. Helikopter AH-64 Apache dikerahkan untuk memberikan serangan presisi ke sasaran yang telah ditentukan sesuai dengan koordinasi di lapangan.
Pusat Penerangan TNI menyatakan bahwa misi ini merupakan gambaran nyata dari kemampuan tempur yang terintegrasi dalam satu sistem komando dan pengendalian. Latihan ini tidak hanya mengandalkan kecanggihan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga ketajaman koordinasi antarmanusia di medan tempur.
Melalui Super Garuda Shield 2026, TNI bersama militer dari negara-negara sahabat terus berupaya mengasah interoperabilitas, baik antarmatra maupun antarnegara. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesiapan operasi gabungan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan global di masa depan.