Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali menggelar kuliah umum sebagai pembekalan bagi 1.205 Praja Utama angkatan XXXIII yang dalam waktu dekat akan diwisuda dan dilantik menjadi Pamong Praja Muda.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balairung Kampus Utama IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Senin, 13 Juli 2026 ini menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, sebagai narasumber utama.
Mengangkat tema "Penguatan Supremasi Hukum dan Integritas ASN dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Berkeadilan", kuliah umum ini dibuka langsung oleh Rektor IPDN, Halilul Khairi, dan diikuti oleh ribuan Praja Utama.
Dalam sambutannya, Halilul menegaskan bahwa IPDN terus melakukan evaluasi kurikulum untuk mempersiapkan calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang unggul dan siap terjun ke masyarakat.
"Fokus kita adalah bagaimana Praja mampu melaksanakan tugas di birokrasi pemerintahan. Kita juga menanamkan sikap, perilaku, atau pengasuhan selama empat tahun agar mereka kelak melayani masyarakat dengan baik," jelas Halilul dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 14 Juli 2026.
Pentingnya Etika Kebangsaan
Dalam paparan kuliah umumnya, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang berlandaskan kedaulatan rakyat dan Pancasila. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan aturan hukum semata tidaklah cukup untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Semua aturan hukum, konstitusi, undang-undang, hingga peraturan pemerintah tidak akan ada artinya kalau tidak ditopang oleh etika kebangsaan dan etika peradaban yang kuat," tegas Yusril.
Ia mencontohkan rentannya persoalan korupsi di Indonesia. Menurutnya, negara sudah memiliki instrumen dan lembaga penegak hukum yang lengkap, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Tipikor, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sanksi pidana yang diatur pun sudah sangat berat, termasuk ancaman hukuman mati.
"Toh masih terjadi juga. Apa yang kurang pada kita? Kita bukan kurang norma atau lembaga penegak hukum. Yang kurang adalah kesadaran etika kita sebagai sebuah bangsa," paparnya.
Oleh karena itu, Yusril berpesan kepada para calon Pamong Praja Muda untuk selalu menjunjung tinggi hukum, mengutamakan keadilan dalam setiap pengambilan keputusan, dan menjadikan etika kebangsaan sebagai landasan pengabdian menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai penutup rangkaian acara, Rektor IPDN menganugerahkan penghargaan Kartika Astha Brata Utama sekaligus menyematkan pin alumni kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Yusril Ihza Mahendra.