Program Elektrifikasi 10 Ribu Lokasi Ditargetkan Jangkau 8.561 Desa

23 September 2026 16:00

Pemerintah menargetkan elektrifikasi di 10.068 lokasi untuk memperluas akses listrik masyarakat di seluruh Indonesia. Program ini menyasar desa dan dusun yang belum sepenuhnya menikmati akses listrik, termasuk di wilayah pegunungan dan pulau terpencil.

"Total kebutuhan biaya untuk mengalirkan listrik ke 10.068 lokasi ini diperkirakan mencapai Rp61,65 triliun," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, dikutip dari tayangan Energy Focus Zona Bisnis Metro TV, Rabu, 23 September 2026.

Program elektrifikasi ini ditargetkan menjangkau 8.561 desa, 2.295 kecamatan, 375 kabupaten/kota, serta 36 provinsi di Indonesia. Hingga Agustus 2026, pemerintah telah merealisasikan elektrifikasi di 1.516 lokasi atau sekitar 15 persen dari target total.
 



Pelaksanaan program ini dilakukan bertahap sesuai dengan peta jalan listrik perdesaan periode 2025 hingga 2029. Tahapannya meliputi penetapan dan verifikasi lokasi, perencanaan teknis, pengadaan, pembangunan, penyambungan, hingga pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur listrik.

"Seluruh pembiayaan program direncanakan bersumber dari APBN yang dialokasikan secara bertahap mulai dari 2025 hingga 2029." kata Qodari.

Dari total target, sebanyak 5.466 lokasi akan dilayani melalui jaringan listrik yang sudah tersedia tanpa pembangkit baru. Sementara 4.602 lokasi lain membutuhkan pembangkit baru dengan total kapasitas sekitar 508 megawatt (MW). Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 770 ribu rumah tangga di 36 provinsi.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X