Aktivitas Warga Tapanuli Selatan Mulai Bangkit di Tengah Keterbatasan Pascabencana

8 January 2026 23:47

Memasuki satu bulan pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, kondisi masyarakat di wilayah terdampak mulai bangkit. Meski aktivitas ekonomi belum pulih sepenuhnya, semangat warga untuk kembali ke kehidupan normal terus menguat.

Bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu tersebut memberikan dampak yang sangat masif, terutama di Desa Garoga dan Desa Huta Godang. Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 88 orang meninggal dunia, ribuan warga terpaksa mengungsi, dan banyak bangunan rumah warga rata dengan tanah.

Hingga saat ini, sebagian besar warga masih bertahan di posko-posko pengungsian, sementara sebagian lainnya mulai menyewa rumah kontrakan. Hertika, salah satu warga Desa Huta Godang yang rumahnya hanyut tersapu banjir, menceritakan kondisi sulit yang dihadapi para pengungsi.

"Rumah saya sudah hanyut, hancur, tidak ada apa-apanya lagi. Saat ini yang kami butuhkan adalah hunian yang layak. Di posko pengungsian, risiko kesehatan meningkat, banyak anak-anak mulai sakit dan gangguan nyamuk," ungkap Hertika.
 

Baca juga: Aktivitas Ekonomi di Aceh Tamiang Mulai Kembali Bangkit

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah mengambil langkah darurat dengan memberikan bantuan dana sewa hunian sebesar Rp600.000 per Kartu Keluarga (KK). Dana ini diberikan selama tiga bulan untuk membantu warga mendapatkan tempat tinggal sementara yang lebih layak daripada posko pengungsian. Sejauh ini, bantuan telah disalurkan kepada 1.442 keluarga terdampak.

Di sektor pendidikan, anak-anak di wilayah bencana telah mulai kembali bersekolah sejak 5 Januari kemarin untuk memulai semester baru. Namun, karena gedung sekolah rusak, aktivitas belajar mengajar harus dilakukan di tenda-tenda darurat, seperti yang dialami PAUD Bunda Lestari di Desa Garoga. Untuk mendukung siswa, pemerintah daerah telah mendistribusikan bantuan berupa seragam dan alat tulis.

Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini tengah melakukan finalisasi Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pasca Bencana (R3P). Upaya penyediaan Hunian Tetap (Huntap) masih dalam tahap pencarian lahan yang strategis dan aman dari risiko bencana di masa depan.

Selain rencana Huntap, pemerintah juga sedang menyiapkan Hunian Sementara (Huntara) di beberapa titik lokasi yang saat ini masih dalam proses pemerataan tanah. Alat-alat berat juga terus disiagakan di lapangan untuk memperbaiki akses jalan dan membersihkan puing-puing bangunan yang hancur agar mobilitas warga kembali lancar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)